Alumni Teknologi Elektromedis
Perkasa Milenium Mutakhir (angkatan 2019) bekerja di RS.Panti Rapih
Tiga tahun kuliah di Elektromedis rasanya kayak naik roller coaster kadang seru, kadang pusing, kadang pengen turun di tengah jalan, tapi akhirnya... sampai juga di garis finish dengan selamat (dan sehat, walau sedikit insomnia).
Kesan saya? Luar biasa! Dari yang awalnya cuma ngerti “solder itu panas,” sekarang bisa bedain mana ECG, mana defibrilator, dan mana alat yang cuma mirip printer tapi ternyata buat nyelamatin nyawa. Dosen-dosennya gokil, pintar, dan sabar banget, apalagi pas kami nanya hal yang sama tiap minggu (maaf, Pak/Bu).
Sanata Dharma bukan cuma tempat kuliah, tapi tempat tumbuh. Di sinilah saya belajar ngoding alat medis, tidur di lab pas deadline, dan belajar hidup dari nasi bungkus lima ribuan.
Pesan saya buat adik-adik tingkat: jangan takut salah, jangan takut meledakkan fuse (asal jangan alat RS beneran), dan yang penting jaga mental, jaga logbook, dan jangan lupa fotoin laporan praktikum biar nggak ilang pas laptop rusak.
- Mutia Valentisa (TEM Angkatan 2015) PNS bagian IPSRS , RSUP dr Rivai Abdullah
- Perkasa Milenium Mutakhir (angkatan 2019) bekerja di RS.Panti Rapih
- Ekalena Giawa (RSU Stella Maris Nias Selatan)
- Lusia Hepta Juanita (RS Sentra Medika Cibinong)
- Sandi Bagus Sadewo (PNS di UPTD Kalibrasi Dinkes Provinsi Lampung)
- Stovany Ayu Valentin (RSUD dr. Soeselo Tegal)
- Josephine Brahmaningtyas Widya Kirana (PT Caltesys Indonesia)
- Barnabas Mbeda (RSUD Merauke)
- G.Pasca Christi Kaisar (RS Panti Rapih)
