Aktivitas Mahasiswa
Student Exchange Programme 2026 “Beauty in Color: Start from Tradition to New Innovation for Dipantara with BEMF USD”

Student Exchange Programme (SEP) 2026 merupakan program pertukaran mahasiswa yang diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma bersama BEMF Farmasi USD sebagai wadah pengenalan dunia kefarmasian, budaya, dan kekayaan Indonesia kepada mahasiswa internasional. SEP 2026 mengangkat tema “Beauty in Color: Start from Tradition to New Innovation for Dipantara with BEMF USD”, yang menggambarkan keindahan keberagaman Indonesia melalui budaya, alam, serta perkembangan ilmu kefarmasian yang terus berinovasi.
Tema ini merepresentasikan perjalanan peserta dalam mengenal Indonesia dari berbagai sisi, mulai dari tradisi yang kaya akan nilai budaya hingga inovasi baru dalam bidang kefarmasian. Melalui rangkaian kegiatan akademik, internship, cultural trip, dan eksplorasi alam, SEP 2026 diharapkan dapat menjadi pengalaman yang berwarna, bermakna, serta mempererat hubungan internasional antar mahasiswa farmasi. Student Exchange Programme 2026 dilaksanakan pada tanggal 20 April–1 Mei 2026, dengan kedatangan peserta pada tanggal 19 April 2026 di Yogyakarta International Airport (YIA) dan kepulangan pada tanggal 2 Mei 2026. Selama program berlangsung, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkenalkan lingkungan akademik Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, praktik kefarmasian di Indonesia, serta kekayaan budaya dan alam Yogyakarta.
Pada tanggal 19 April 2026, para peserta Student Exchange Programme 2026 tiba di Yogyakarta International Airport (YIA) dan disambut oleh panitia. Kedatangan peserta ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan SEP 2026 yang telah dirancang untuk memberikan pengalaman akademik, budaya, serta sosial yang berkesan selama berada di Yogyakarta.


Hari pertama kegiatan, yaitu 20 April 2026, diawali dengan Opening Ceremony sebagai pembukaan resmi Student Exchange Programme 2026. Kegiatan ini menjadi momen penyambutan peserta sekaligus pengenalan awal terhadap Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma dan BEMF Farmasi USD. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan campus tour untuk memperkenalkan lingkungan kampus, fasilitas pembelajaran, serta suasana akademik di Universitas Sanata Dharma. Pada hari yang sama, peserta juga mengikuti workshop mengenai molecular docking menggunakan aplikasi YASARA. Workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan salah satu penerapan teknologi komputasi dalam bidang kefarmasian, khususnya dalam mempelajari interaksi antara senyawa obat dengan target biologis.




Pada hari kedua, peserta mengikuti kunjungan ke beberapa student club, yaitu PCC dan CSC. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal berbagai komunitas mahasiswa yang ada di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma. Melalui kunjungan ini, peserta dapat melihat bagaimana mahasiswa farmasi mengembangkan minat, bakat, kemampuan organisasi, serta kerja sama dalam lingkungan kampus.


Hari ketiga dilanjutkan dengan kunjungan ke DDSC, kelas bersama Ibu Putu, serta free time ke Malioboro. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengenalan terhadap aktivitas akademik dan fasilitas yang mendukung pengembangan ilmu kefarmasian di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma. Melalui kunjungan dan kelas bersama ini, peserta memperoleh gambaran mengenai proses pembelajaran, kegiatan akademik, serta pengembangan keilmuan yang berperan dalam memperluas wawasan mahasiswa farmasi. Setelah itu, peserta diajak menikmati suasana Malioboro sebagai salah satu ikon Kota Yogyakarta untuk mengenalkan suasana budaya dan kehidupan masyarakat lokal.




Pada hari keempat, peserta melanjutkan rangkaian kegiatan dengan melakukan kunjungan ke HGT. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan peserta pada kegiatan yang berkaitan dengan bidang kefarmasian, khususnya dalam memahami peran bahan alam dan tanaman obat. Kegiatan ini juga menjadi salah satu wujud dari tema SEP 2026 yang menghubungkan tradisi dengan inovasi dalam dunia farmasi.


Pada hari kelima, peserta diajak untuk mengunjungi Candi Prambanan dan Taman Pintar. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengenalan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa, kepada para peserta. Di Taman Pintar, peserta juga mengikuti kegiatan membuat batik dan gerabah. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mengenal budaya Indonesia secara teori, tetapi juga merasakan langsung proses pembuatan karya tradisional yang memiliki nilai seni dan sejarah.


Hari keenam diisi dengan kunjungan ke Sangiran dan Rumah Atsiri. Kunjungan ke Sangiran menjadi kegiatan study tour yang bertujuan untuk memperluas wawasan peserta mengenai sejarah dan ilmu pengetahuan. Setelah itu, peserta mengunjungi Rumah Atsiri sebagai bagian dari Herbal Garden Trip. Kegiatan ini berkaitan erat dengan bidang kefarmasian karena peserta dapat mengenal berbagai tanaman atsiri, bahan alam, serta potensi pemanfaatannya dalam bidang kesehatan dan farmasi.


Pada hari ketujuh, peserta mendapatkan waktu bebas dengan mengunjungi Kaliurang dan Museum Coklat Monggo. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk menikmati suasana alam Yogyakarta serta mengenal salah satu produk cokelat khas Indonesia. Melalui kunjungan ini, peserta dapat merasakan sisi lain dari Indonesia, yaitu keindahan alam dan kekayaan produk lokal yang memiliki nilai budaya serta ekonomi.


Pada tanggal 27–28 April 2026, peserta mengikuti kegiatan internship di Rumah Sakit Panti Rapih. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pengalaman langsung mengenai praktik kefarmasian di rumah sakit, mulai dari sistem pelayanan farmasi, peran tenaga kefarmasian, hingga gambaran pelayanan kesehatan di Indonesia. Kegiatan internship ini diharapkan dapat menambah wawasan peserta mengenai penerapan ilmu farmasi dalam lingkungan pelayanan kesehatan. Pada tanggal 29 April 2026, kegiatan internship dilanjutkan di Apotek Sanata Dharma. Pada kesempatan ini, peserta diperkenalkan pada praktik pelayanan kefarmasian di apotek, termasuk pelayanan obat, komunikasi dengan pasien, serta peran apoteker dalam memberikan edukasi penggunaan obat yang tepat. Kegiatan ini menjadi pengalaman penting bagi peserta untuk memahami praktik kefarmasian komunitas di Indonesia.


Pada tanggal 30 April 2026, peserta mengikuti kegiatan presentasi mengenai seluruh kegiatan yang telah dilakukan selama menjalani exchange di Yogyakarta. Presentasi ini menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan pengalaman, pembelajaran, serta kesan selama mengikuti SEP 2026. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Pantai Sandranan sebagai bentuk pengenalan keindahan alam Indonesia kepada peserta. Kegiatan ini juga menjadi momen kebersamaan antara peserta dan panitia setelah menjalani rangkaian kegiatan akademik dan internship.


Hari terakhir kegiatan SEP 2026, yaitu 1 Mei 2026, diisi dengan kunjungan ke Goa Pindul. Kegiatan ini memberikan pengalaman wisata alam yang khas melalui aktivitas menyusuri goa dan aliran sungai bawah tanah. Melalui kunjungan ini, peserta kembali diperkenalkan pada kekayaan alam Indonesia yang unik dan berkesan. Pada malam harinya, rangkaian kegiatan SEP 2026 ditutup dengan farewell party di Omah Dhuwur, sebuah tempat dengan nuansa khas Yogyakarta. Farewell party ini menjadi momen penutup yang hangat, penuh kebersamaan, serta menjadi kesempatan bagi peserta dan panitia untuk saling menyampaikan kesan dan pesan selama program berlangsung.


Pada tanggal 2 Mei 2026, peserta diantar kembali menuju airport untuk melanjutkan perjalanan pulang. Berakhirnya Student Exchange Programme 2026 diharapkan tidak menjadi akhir dari hubungan yang telah terjalin, melainkan menjadi awal dari persahabatan, kerjasama, dan kolaborasi internasional yang lebih luas di masa mendatang.
Melalui tema “Beauty in Color: Start from Tradition to New Innovation for Dipantara with BEMF USD”, Student Exchange Programme 2026 menggambarkan perjalanan penuh warna yang menggabungkan budaya, ilmu pengetahuan, kefarmasian, dan keindahan alam Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta, memperluas wawasan akademik dan budaya, serta mempererat hubungan internasional antar mahasiswa farmasi. (HI/GNZ)
back
- Student Exchange Programme 2026 “Beauty in Color: Start from Tradition to New Innovation for Dipantara with BEMF USD”
- ARKALA BRANDING TEAM 2026
- Kajian Online 1 "Urgensi Apoteker Mengawal Tren Swamedikasi dalam Penggunaan Obat"
- Workshop Kefarmasian “Tropical Infection: Pharmacist in Clinical Practice”
- Studi Banding BEMF Farmasi Universitas Sanata Dharma x BEMF Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto
- Studi Banding BEMF Farmasi USD x HIMAFAR UNSOED
- CARE (Community Action and Responsibility for Education in Health)
- Regional Pharmaceutical Leadership Forum (RPLF) 2026 “ADHIKARA: Advancing Dedicated Humanistic Innovators with Knowledge, Action, and Responsible Authority”
- Studi Banding BEM KMFA UGM × BEMF Farmasi USD
- Pelepasan Wisuda I 2026 “FINAL PHASE: The Beginning of Professional Dedication”
- KELAS MENTORING 1 “Where Ideas Rise: The Sunrise of Scientific Writing”
- PHARSHOW #1 "Lebih Penting IPK atau Relasi?"
- Indonesian Pharmaceutical Leadership Forum (IPLF) 2026
- TITRASI (Tiga Hari Temu Akrab Farmasi) 2024
- Seminar Nasional Fakultas Farmasi USD : "Sistem Kesehatan Nasional"
- Student Exchange Programme (SEP) 2023: INCOMING
- TITRASI (Tiga Hari Temu Akrab Farmasi) 2023
- Student Exchange Programme (SEP) 2024: INCOMING
